Sabtu, 25 September 2010

AKU BERGULAT

Bila aura negatif ini muncul...

betapa susahnya untuk menuntun hati melihat kebesaran Tuhan...

Bila kebencian ini hadir...

Betapa susahnya saya membaca kesungguhanmu saat menangis menyesal

Bila seluruh tubuh ini bergetar...

Betapa susahnya untuk melahirkan karya...

Semuanya seperti mampat dan tersumbat

di sebuah lubang tanpa batas...

Orang tidak mengerti...

Dan hanya bisa bersumbar tentang kebenaran...

dan aku tidak membutuhkan kebenaran itu..

Aku butuh ketulusan bukan kebenaran...

Aku butuh kasih tanpa kepura-puraan...

sebuah pengertian akan waktu untuk menyembuhkan luka

bukan sebuah pameran di tempat terbuka sambil tertawa dan bertatapan

Aaah setiap kali mengingat gambar itu

hanya sebuah kebencian yang membuncah

hanya sebuah kesakitan yang menyerang seluruh sendi...

Andai saja saya tidak pernah berkenalan denganmu

apalagi memberikan tempat di hatiku

Kau boleh tersenyum dan mengatakan sejuta kasih padaku

Kau boleh menjadi indah dihadapan sebuah pameran kehidupan

Kau boleh menjadi hebat dengan airmatamu yang jatuh di pangkuanku

Dan kau boleh puas dengan tawa bahagia yang kau pamerkan

Atau kau boleh merasakan 'menang' atas sebuah drama yang kau susun

Aku akan tetap berjuang..

Meraih hidupku sendiri..

Kalau aku terluka dan terpecah seperti saat ini

Aku tahu aku masih punya waktu untuk berbenah

Mengumpulkan serpihan-serpihan ini

Kalau memang sakit ini harus tergores lagi

biarlah menjadi pelajaran berharga akan sebuah kasih yang terkoyak

Aku tidak butuh mata yang menatap iba melihat aku terseok-seok kesakitan

Aku juga tidak butuh senyum yang mengejek karena sebuah kejatuhan

apalagi tepuk tangan yang gegap gempita...

Aku masih belum kalah...

Aku masih punya waktu untuk berjuang..

untuk menjadikan hidupku kembali tegak

Aku tidak butuh senyum kepuasanmu yang merasa menang

Aku juga tidak peduli kalau kau mengulangi lagi perkataanmu

bahwa kau akan mendapatkan apa saja yang kamu mau...

Aku akan melawanmu...

Aku akan menghadapimu

aku tidak akan menjadi orang bodoh yang mau saja kau kelabuhi dengan janji...

Dan aku tidak butuh lagi janji-janjimu...

Aku tahu gambar itu tidak akan terhapus dari hatiku

Aku tahu aku butuh waktu untuk menghentikan darah di lukaku

Tapi aku percaya aku punya Tuhan yang besar

Aku percaya Dia tidak akan bosan menolongku

yang terjatuh saat belajar...

Tuhan ajari aku untuk bisa melupakan apa yang aku lihat

Beri aku kekuatan dan kemampuan-Mu Tuhan

Dan aku akan sabar walaupun aku harus mengulang lagi sampai delapan tahun seperti proses yang lalu

Aku akan sembuh kembali dan bisa berkarya dengan baik tanpa gambar itu lagi

(Denpasar, 23 Agustus 2010 yang tercecer diantara puluhan coretan ngawur)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar