Bila aura negatif ini muncul...
betapa susahnya untuk menuntun hati melihat kebesaran Tuhan...
Bila kebencian ini hadir...
Betapa susahnya saya membaca kesungguhanmu saat menangis menyesal
Bila seluruh tubuh ini bergetar...
Betapa susahnya untuk melahirkan karya...
Semuanya seperti mampat dan tersumbat
di sebuah lubang tanpa batas...
Orang tidak mengerti...
Dan hanya bisa bersumbar tentang kebenaran...
dan aku tidak membutuhkan kebenaran itu..
Aku butuh ketulusan bukan kebenaran...
Aku butuh kasih tanpa kepura-puraan...
sebuah pengertian akan waktu untuk menyembuhkan luka
bukan sebuah pameran di tempat terbuka sambil tertawa dan bertatapan
Aaah setiap kali mengingat gambar itu
hanya sebuah kebencian yang membuncah
hanya sebuah kesakitan yang menyerang seluruh sendi...
Andai saja saya tidak pernah berkenalan denganmu
apalagi memberikan tempat di hatiku
Kau boleh tersenyum dan mengatakan sejuta kasih padaku
Kau boleh menjadi indah dihadapan sebuah pameran kehidupan
Kau boleh menjadi hebat dengan airmatamu yang jatuh di pangkuanku
Dan kau boleh puas dengan tawa bahagia yang kau pamerkan
Atau kau boleh merasakan 'menang' atas sebuah drama yang kau susun
Aku akan tetap berjuang..
Meraih hidupku sendiri..
Kalau aku terluka dan terpecah seperti saat ini
Aku tahu aku masih punya waktu untuk berbenah
Mengumpulkan serpihan-serpihan ini
Kalau memang sakit ini harus tergores lagi
biarlah menjadi pelajaran berharga akan sebuah kasih yang terkoyak
Aku tidak butuh mata yang menatap iba melihat aku terseok-seok kesakitan
Aku juga tidak butuh senyum yang mengejek karena sebuah kejatuhan
apalagi tepuk tangan yang gegap gempita...
Aku masih belum kalah...
Aku masih punya waktu untuk berjuang..
untuk menjadikan hidupku kembali tegak
Aku tidak butuh senyum kepuasanmu yang merasa menang
Aku juga tidak peduli kalau kau mengulangi lagi perkataanmu
bahwa kau akan mendapatkan apa saja yang kamu mau...
Aku akan melawanmu...
Aku akan menghadapimu
aku tidak akan menjadi orang bodoh yang mau saja kau kelabuhi dengan janji...
Dan aku tidak butuh lagi janji-janjimu...
Aku tahu gambar itu tidak akan terhapus dari hatiku
Aku tahu aku butuh waktu untuk menghentikan darah di lukaku
Tapi aku percaya aku punya Tuhan yang besar
Aku percaya Dia tidak akan bosan menolongku
yang terjatuh saat belajar...
Tuhan ajari aku untuk bisa melupakan apa yang aku lihat
Beri aku kekuatan dan kemampuan-Mu Tuhan
Dan aku akan sabar walaupun aku harus mengulang lagi sampai delapan tahun seperti proses yang lalu
Aku akan sembuh kembali dan bisa berkarya dengan baik tanpa gambar itu lagi
(Denpasar, 23 Agustus 2010 yang tercecer diantara puluhan coretan ngawur)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar