"Wah jariku jadi langsing..." Tatapku pada jari yang kosong
Cincin yang sudah hampir 21 tahun melingkar disana
kini mesti ku lepas kepada sang pengrajin emas
karena sudah terlalu sempit untuk jari yang mulai gemuk bersama melajunya usia-ku.
“Tolong dibesarkan satu nomer pak..” Kataku padanya
“Baik bu, butuh dua atau tiga hari ya untuk men-servisnya” Katanya padaku
Dalam hati, aku berharap tubuhku tidak melar lagi,
agar cincin itu bakal cukup sampai akhir waktu-ku nanti.
Kini cincin itu belum kembali menempati jariku..
Aku masih memandangi jariku yang terlihat aneh
Terlihat tidak seimbang dan mengecil di bagian pangkalnya
Sangat berbeda dibandingkan dengan jariku yang lain.
Tapi aku tahu keanehan itu adalah lambang kesetiaan bagiku.
Aku mempertahankan dia ada disana dengan airmata dan doa.
Walaupun aku tahu sudah sangat lama engkau melepaskan cincin itu dari jarimu
Tapi hal itu tidak membuatku ingin melepaskan cincin ini dari jariku.
Biarlah kesetiaan ini masih jadi milikku
Karena hanya ini yang aku punya
Aku tidak lagi berhitung, engkau menghargai atau tidak kesetiaanku
Aku tidak lagi mempertahankan harga diriku, aku ini berarti atau tidak bagimu
Aku hanya ingin setia pada Tuhan-ku
Yang sudah memeteraikan cincin ini di jari-ku
Aku hanya ingin berdiri tegak di hadapan Allah dengan memakai cincin ini
Karena aku tahu hanya DIA-lah yang menerima aku apa adanya.
Aku tahu kelak bila tiba waktu itu…
DIA hanya menanyakan padaku “Mana jari manismu Linda?”
Dan DIA akan tersenyum padaku dan memeluk aku…..
Coretan iseng pengisi liburan
28 Mei 2010
Tulisan ini aku hadiahkan untuk cici-ku yang tercinta
Yang hari ini merayakan Ulang tahun perkawinannya yang ke-38
Aku meneladanimu ce..
Kerukunan dan kesetiaan kalian jadi kekuatan bagiku untuk berjuang, thanks…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar