Sabtu, 25 September 2010

JALAN DAMAI

Ketika kegelisahan itu engkau tekan dalam-dalam di nadi-mu

Ketika almarah itu engkau balut dengan sejumput senyum di dadamu

Ketika getir kebencian itu kau telan hidup-hidup

dan ketika ego-mu kau biarkan meluap membuncah di getaran jantung-mu

Engkau mengira, engkau sudah berbahagia diantara taburan tawa-mu...

Engkau mengira, engkau puas diantara sejuta karya-mu yang kau jejak-kan

Engkau mengira, engkau menang diantara sejuta relasi yang kau ukir...

Bercerminan pada alam, maka engkau akan tahu jawabnya...

Bercerminlah pada bintang, maka engkau akan tahu kidungan-nya

Bermainlah dengan ombak, maka engkau akan tahu senyuman sejati-mu

Jalan damai itu adalah kesejatian

dimana ada seribu kehangatan disana

yang akan membuat jiwamu selalu tentram

Jalan damai itu tanpa kepalsuan

dimana ada sejuta keindahan Sang Khalik

yang akan membuatmu tidak lagi mampu diombang-ambingkan dunia

Jalan damai hanya ditempuh oleh seorang pejuang

yang berani mencabik hatinya sendiri dan memberikannya pada 'sang musuh'

dengan senyum ketegaran

Bila jalan damai itu sudah menjadi milikmu

tidak akan ada lagi ada keinginan untuk menang dan dimenangkan

tidak ada lagi keinginan dia harus 'lenyap' dari keberadaan diri

Bila jalan damai itu sudah menjadi milikmu

yang ada hanyalah wewangian Surga di setiap nafasmu

yang membuatmu senantiasa menaburkan ketentraman jiwa

pada setiap rongga kehidupan

Jalan Damai itu adalah milik Sang Surya

Jalan damai itu adalah milik sang Bayu

Jalan damai itu adalah milik Sang empunya Surga

dan jalan damai itu adalah milikmu

bila engkau mau berjalan bersama mereka.

Denpasar, 26 September 2010

Aku suka menemukannya..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar