Ketika kegelisahan itu engkau tekan dalam-dalam di nadi-mu
Ketika almarah itu engkau balut dengan sejumput senyum di dadamu
Ketika getir kebencian itu kau telan hidup-hidup
dan ketika ego-mu kau biarkan meluap membuncah di getaran jantung-mu
Engkau mengira, engkau sudah berbahagia diantara taburan tawa-mu...
Engkau mengira, engkau puas diantara sejuta karya-mu yang kau jejak-kan
Engkau mengira, engkau menang diantara sejuta relasi yang kau ukir...
Bercerminan pada alam, maka engkau akan tahu jawabnya...
Bercerminlah pada bintang, maka engkau akan tahu kidungan-nya
Bermainlah dengan ombak, maka engkau akan tahu senyuman sejati-mu
Jalan damai itu adalah kesejatian
dimana ada seribu kehangatan disana
yang akan membuat jiwamu selalu tentram
Jalan damai itu tanpa kepalsuan
dimana ada sejuta keindahan Sang Khalik
yang akan membuatmu tidak lagi mampu diombang-ambingkan dunia
Jalan damai hanya ditempuh oleh seorang pejuang
yang berani mencabik hatinya sendiri dan memberikannya pada 'sang musuh'
dengan senyum ketegaran
Bila jalan damai itu sudah menjadi milikmu
tidak akan ada lagi ada keinginan untuk menang dan dimenangkan
tidak ada lagi keinginan dia harus 'lenyap' dari keberadaan diri
Bila jalan damai itu sudah menjadi milikmu
yang ada hanyalah wewangian Surga di setiap nafasmu
yang membuatmu senantiasa menaburkan ketentraman jiwa
pada setiap rongga kehidupan
Jalan Damai itu adalah milik Sang Surya
Jalan damai itu adalah milik sang Bayu
Jalan damai itu adalah milik Sang empunya Surga
dan jalan damai itu adalah milikmu
bila engkau mau berjalan bersama mereka.
Denpasar, 26 September 2010
Aku suka menemukannya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar