Sabtu, 25 September 2010

AKU SUKA

Aku suka diri-ku dalam bingkai persahabatan...

Aku suka diri-ku dalam segala keterbatasanku...

Aku tetap beranikan diri untuk mengulurkan tangan pada setiap hati...

Meski-pun ada banyak penolakan juga yang ku terima...

Paling-paling aku hanya merasakan perih sesaat...

dan segera ku kecap dan ketelan dengan rasa syukur..

bahwa aku sudah meluaskan hati-ku se-inci...

Aku suka melihat diri-ku dalam binar mata orang...

khususnya mata bening seorang anak..

dan mata lelah seorang kakek dan nenek...

Aku suka bersahabat dengan mereka..

Karena aku menemukan cinta yang besar dalam kerlip matanya...

Aku suka melihat diri-ku dalam kepolosan dan kebeningan jiwa

yang aku miliki dan yang bisa dibaca setiap orang...

Aku suka melihat diri-ku dalam pangkuan Bapa-ku...

mendengarkan komentar setiap orang yang 'membaca' jiwa-ku

Sebagian orang ingin aku menutupi sebagian jiwa-ku...

agar aku tetap menjadi Linda seorang yang dikasihi-nya..

agar mereka tidak perlu melihat sisi gelap-ku, luka-luka-ku, aib-aib-ku...

Sebagian orang, memelukku... memberi support padaku

dan mengatakan "Aku semakin mengerti perjuanganmu..."

Ketika aku mendengar setiap penilaian orang tentang aku...

Aku berpaling menatap wajah Bapa-ku yang tengah memangku-ku

Aku mencari bola mata-NYA untuk melihat, IA berkata apa padaku?

Di bola mata itu, hanya ku temukan kerlip yang dalam...

Di bola mata itu, hanya ku temukan cinta yang tak berujung...

Di bola mata itu, aku melihat gambarku yang tersenyum dan tersimpan cantik...

Bapa... ketika aku menemukan itu...

aku tahu, betapa istimewanya aku di hati-MU

untuk menjadi seorang pemimpin, aku tidak harus menjadi orang lain

Untuk menjadi orang yang dikasihi, aku tidak harus selalu nampak baik

Untuk menjadi orang yang diterima. aku tidak harus mengubah diriku menjadi seperti kata orang..

Bapa, thanks ya untuk kerlip mata-Mu..

Bapa, Thanks ya untuk untaian ampun tanpa kata yang kau senandungkan di mata-Mu

Bapa, thanks ya untuk penerimaan diri-Mu padaku...

(Denpasar, 13 September 2010)

untuk semua orang yang ku kenal, Terimakasih, kalian sudah menumbuhkanku

AKU MENGATAKAN

Aku mengatakan 'Aku adalah seorang wanita yang tegar'

walau-pun ada kegentaran di setiap langkah-ku

Aku mengatakan 'Aku adalah wanita yang dilimpahi selaksa bahagia'

walau-pun setiap malam ada air mata di ranjangku...

Aku mengatakan 'Aku adalah seorang wanita pemberani'

Walau-pun ada sejuta ketakutan di jiwa-ku...

Ketegaran yang sejati terletak pada langkah-ku yang tak pernah surut memapah anak-anak-ku sampai kepada mimpi Tuhan

Kebahagia yang sejati terletak pada setiap kata syukur yang teruntai memenuhi sanubari-ku

Keberanian yang sejati terletak pada lutut-ku yang bertelut mencari DIA

Ingin kupahatkan harapan itu tanpa akhir...

pada dinding hatiku...

pada sinap-sinap di otak-ku

Agar aku tetap berjalan meskipun langkah ini goyah...

Agar aku tetap tersenyum walau-pun ada perih yang menetes di hati-ku

Agar aku tetap bekerja, walau-pun tidak terlihat hasil...

Aku akan tetap datang pada-MU Tuhan

dengan cinta yang bergelora

Aku akan tetap mencari wajah-MU ya Tuhan

dengan tekad yang membaja

Dan aku tahu ada senyum dan kebahagiaan yang sudah KAU sediakan secara khusus bagi-ku

Dan itulah mimpi-ku bersama-MU

(Denpasar, 14 September 2010)

Dikala ada kelesuan di jalan-ku

HADIAH-MU

Hadiah-Mu adalah senyum buat-ku

yang kadang harus ku dapatkan melalui perjuangan keras

Hadiah-Mu terkadang samar, hadir dan lenyap seperti embun

membuatku mesti menatap-Mu lama untuk memastikannya

Hadiah-Mu selalu datang tanpa aku mengerti..

tak kulihat pintu tempat ia masuk...

Hadiah-Mu itu selalu membuat seluruh tubuhku bergetar

menyumbat teriakkan syukur-ku pada-Mu

Hadiah-Mu selalu melekat harum di seluruh nafas jiwa-ku

Membuat-ku mampu melenggok di kerumunan orang hebat

Hadiah-Mu adalah jiwa-Mu, cinta-Mu..

yang selalu membuat-ku luruh menyatu di dalamnya

Hadiah-Mu membuat-ku tegak berdiri..

indah...

cantik...

tanpa polesan...

tanpa wewangian...

dan Hadiah-Mu itu selalu membuat-ku bisa tersenyum

dan memandang lekat pada-Mu...

(Denpasar, 21 September 2010)

Di saat aku memandang pada-Mu dan merasakan bahagia...

SAYANG-MU PADA-KU

Aku tahu ketika aku tersenyum

engkau-pun tersenyum

karena bahagia-ku adalah bahagia-mu juga...

Aku tahu ketika aku menangis

engkau-pun menangis bersama-ku

berusaha menemani-ku sepanjang waktu berharga-mu

Aku tahu ketika aku susah

kau ulurkan tangan-mu pada-ku

kau berjuang semampu-mu untuk menolong-ku

karena sayang-mu pada-ku tanpa hitungan angka

Aku tahu ketika aku takut...

engkau menyediakan badan-mu untuk menjadi batukarang-ku

dengan segala keterbatasan-mu

engkau menahan hempasan gelombang itu untuk-ku

Sayang-mu adalah sayatan hati-mu

yang kau berikan pada-ku

Sayang-mu adalah pendaran kilau mata-mu

tanpa kata-kata

tanpa batasan ruang dan waktu

Sayang-mu adalah luapan cinta Tuhan

yang hanya berisi pemberian diri

dan selalu menerangi hari-hariku

langkah-langkah-ku

Dan sayang-mu itu selalu ada di dalam jiwa-ku

sampai aku membawanya ke Sorga

dan menyerahkan kepada Allah Bapa-ku disana

(Denpasar, 21 September 2010)

Thanks untuk sayang-mu yang menghidupi-ku

EMPATY-MU

Kalau kamu mengatakan,

'Mengapa banyak yang menilai saya tidak sesuai dengan yang kamu tahu tentang saya?"

Saya hanya mengatakan,

'Mungkin mereka merasa lebih baik dengan menilai

atau mungkin mereka sangat mengasihi saya dan mengharapakan saya bisa lebih baik dari yang mereka lihat'

Kalau kamu mengatakan,

'Kamu kasihan melihat saya dinilai seperti itu'

Saya hanya mengatakan,

'Setulus-tulusnya saya justru sangat berterimakasih kepada mereka semua,

mereka-lah yang selalu membuat saya selalu berjuang untuk bisa lebih baik'

Kalau kamu mengatakan,

'Kamu mengagumi ketegaran saya'

Saya hanya mengatakan,

'Ketegaran saya hanya karena Tuhan yang

selalu memberikan tempat pada airmata saya menetes di hati-Nya'

Kalau kamu mengatakan,

'Kamu ingin saya tetap melanjutkan perjuangan saya di jalan yang sepi ini'

Saya hanya bisa mengatakan,

'Saya tidak tahu sampai kapan,

hanya satu yang saya tahu Tuhan begitu mencintai saya lebih dari yang lain

Dan saya yakin DIA tidak akan membiarkan saya sendirian

Dia selalu kirim-kan malaikat-Nya untuk beriringan dengan saya'

Kalau kamu mengatakan,

'Kamu akan selalu mendoakan saya'

Saya mengatakan,

"Terimakasih, itulah yang paling saya butuhkan'

Sahabat terimakasih untuk empaty-mu pada-ku

Biarlah ini menjadi harapan dan doa

untuk sebuah keterbatasan seorang anak manusia dalam pergulatan hidupnya

Tuhan yang menciptakan

Tuhan yang memelihara

Terpujilah Dia...

Denpasar, 22 September 2010

untuk mbak HP yang semalam sudah mengungkapkan kegalauan hatinya...

ASMARA

Asmara adalah pancaran siluet dari Surga

yang gema-nya membahana di ujung-ujung jiwa

Asmara adalah suara yang melengking dari ufuk langit

yang meggetarkan dawai-dawai keletihan hati...

Asmara adalah aroma teraphy dari sang Alam..

yang semerbak-nya mampu menghisap sukma...

Asmara, membuat sebuah keindahan yang berwarna...

yang memancarkan keharuman di setiap pori tubuh-ku

yang membius seluruh detak nadi-ku

Asmara membuatku tergulung dalam kenikmatan asa...

yang buncahan-nya menggeleparkan seluruh tubuh-ku

Asmara memenuhi jiwa insani...

menyemarakkan dunia dan ke-alpha-annya

Asmara melumpuhkan Sang pahlawan

dan menyerak-kan Sang pejuang

gemetar melintas-i sebuah jalan yang tak mudah...

Asmara adalah dentingan nyanyian Surga

yang mampu menghidupkan sebuah kematian...

Asmara adalah satire Sang Pencinta..

yang mampu menggugah keberadaan Sang putri dalam tidur panjangnya..

Asmara adalah kebisuan hati-mu dan hati-ku...

yang gelombangnya sudah sampai ke Surga...

Denpasar, 25 September 2010

ditengah dentingan nyanyian Sorga...

JALAN DAMAI

Ketika kegelisahan itu engkau tekan dalam-dalam di nadi-mu

Ketika almarah itu engkau balut dengan sejumput senyum di dadamu

Ketika getir kebencian itu kau telan hidup-hidup

dan ketika ego-mu kau biarkan meluap membuncah di getaran jantung-mu

Engkau mengira, engkau sudah berbahagia diantara taburan tawa-mu...

Engkau mengira, engkau puas diantara sejuta karya-mu yang kau jejak-kan

Engkau mengira, engkau menang diantara sejuta relasi yang kau ukir...

Bercerminan pada alam, maka engkau akan tahu jawabnya...

Bercerminlah pada bintang, maka engkau akan tahu kidungan-nya

Bermainlah dengan ombak, maka engkau akan tahu senyuman sejati-mu

Jalan damai itu adalah kesejatian

dimana ada seribu kehangatan disana

yang akan membuat jiwamu selalu tentram

Jalan damai itu tanpa kepalsuan

dimana ada sejuta keindahan Sang Khalik

yang akan membuatmu tidak lagi mampu diombang-ambingkan dunia

Jalan damai hanya ditempuh oleh seorang pejuang

yang berani mencabik hatinya sendiri dan memberikannya pada 'sang musuh'

dengan senyum ketegaran

Bila jalan damai itu sudah menjadi milikmu

tidak akan ada lagi ada keinginan untuk menang dan dimenangkan

tidak ada lagi keinginan dia harus 'lenyap' dari keberadaan diri

Bila jalan damai itu sudah menjadi milikmu

yang ada hanyalah wewangian Surga di setiap nafasmu

yang membuatmu senantiasa menaburkan ketentraman jiwa

pada setiap rongga kehidupan

Jalan Damai itu adalah milik Sang Surya

Jalan damai itu adalah milik sang Bayu

Jalan damai itu adalah milik Sang empunya Surga

dan jalan damai itu adalah milikmu

bila engkau mau berjalan bersama mereka.

Denpasar, 26 September 2010

Aku suka menemukannya..